Opini

Datang, Kerjakan, Kepikiran

Jadi ingat waktu SMP dulu, banyak teman-teman yang kelas non-unggulan akademis pada bilang kalau nggak perlu belajar buat UN. Tinggal persiapkan alat dan mental. Buletin hitam soal yang gampang, yang susah bulet indah aja. Kata-kata mereka yang terngiang di otak ku itu..

“Datang, kerjakan, lupakan.”

Iya saking sebalnya dengan ujian nasional, mereka sampai mengatakan seperti itu.

Tapi itu slogan udah nggak berguna lagi buat anak-anak kelas 12 SMA/SMK di tahun 2018 ini. Mengingat hampir seluruh sekolah di Indonesia sudah berbasis komputer, slogan itu berganti judul menjadi

” Datang, kerjakan, eh kepikiran

Ini kisah nyata. Serius. Aku yang melewatinya pun menahan jengkel. Soal di simulasi sama soal di hari H benar-benar beda! Gila..

Sampai aku mikir “Bodoh banget ya aku sekarang, sampai nggak bisa jawab soal?”

Cukup USBN nyakitin hati, UN jangan. Interval hari menuju UN setelah USBN itu pendek banget lho. Ada sekitar 4 hari. Apa yang aku bisa pelajari?!! Apalagi aku anak SMK. Jadwal UNBK nya duluan dari anak SMA. OMG

Mati-matian lah aku ngerjain soal UN di buku pegangan. Tapi waktu aku ngerjain kenapa bawaannya itu ingin ngisi soal SBMPTN, akhirnya aku ikuti moodku. Kalau lagi di luar rumah, misalnya ke kampung, aku tes pakai aplikasi di HP. Lumayan berguna sih.

Selama belajar UN lebih santai sih dari USBN, cuma pas mengerjakannya lah adehh nggak bisa nyantai sama sekali. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika sama Kejuruan itu.. semuanya bikin nyeri kepala sama nyeri hati ๐Ÿ˜‚.

Hari pertama banyak ragu-ragu, hari kedua takut sama nilai 15 soal pertama, hari ketiga bikin gemas kebanyakan fungsi sih menurutku dan juga essaynya mantap, hari keempat cuma ada 1 soal kejuruan dari tahun lalu (keknya tahun 2015) yang muncul. Gak terlalu rugi juga pelajari soal tahun lalu. Hehe

Sebelum log in berdoa dulu, pas log out doa lagi.

Pulang-pulang serasa bawa beban. Semua anak-anak alumni yang SMK juga curhat begitu di grup WA. Jadi takut liat hasilnya nanti.

Setelah SMK merasakan bagaimana menjalani UNBK, giliran SMA yang memberikan testimoni. Kita sama-sama pasrah liat hasilnya kedepan. Entah menjadi lebih baik atau buruk, kita harus tetap percaya diri.

Kayaknya angkatanku ini selalu jadi bahan percobaan pemerintah. Sudah kena kurikulum 2013, sekarang UNBK sama aturan nilai SBMPTN. Bukannya sembarang ngeluh, cuma janganlah sekarang. Tahun depan saja dilaksanakannya ๐Ÿ˜‚ kkkk~

Semakin dewasa, semakin sulit tantangannya. Salah satu yang paling mencolok perubahannya yakni sistem pendidikan di negara ini. Jangan ada lagi yang menjadi bahan percobaan. 1999 & 2000 pada punya mental kuat menghadapi ini semua.

Semoga adik-adik kelas juga begitu. Tidak manja dan kuat seperti kakak kelasnya terdahulu. Jangan nyabe+nerong mulu. Sekali-sekali berambisi membuat Indonesia menjadi lebih maju. Bukankah itu yang dicita-citakan para pahlawan Indonesia yang telah gugur di medan perang?

Sekian yang bisa aku ketik, mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang menyenangkan. Ini cuma sebagian kesan yang aku alami. Aku harap orang yang memiliki pemikiran terbuka dapat menerima pendapat ini. Terima kasih.

Ayashira DMS

Iklan

7 tanggapan untuk “Datang, Kerjakan, Kepikiran

  1. Yang 2017 juga sama, yahh gitu lahh apalagi kita smk yaa.. Ga belajar soal sma jadi merasa sedih terdiskriminasi. Tapi udah beban bersama sih, udah pasrah bersama juga satu kelas kala itu.. Aku pikir udh jadi beban semua para smk se antoro bima sakti ini.
    Justru tantangannya di situ.. Setelah lulus kalau menurut aku..
    Kalau smk mau ikut sbm harus 2 atau 3 kali lebih berusaha sari sma.
    Kalau mau bidikmisi , ikut beasiswa dkk juga.. Apalagi buat kasus anak2 yang salah jurusan pas smk. Tapi disitu aku mikir.. Mungkin dengan susahnnya UN malah membuat kita belajar tentang dunia ini lebih baik.. Lebih giat dan menjadi “awal” sebuah perjalanan dan petualangan di dunia yang mungkin butuh kesabaran dan perjuangan tingkat dewa itu. Terimakasih pada Kemdikbud.. Kita memiliki awal dari ujian yang sesungguhnnya.
    Tulisan yang bagus sebelumnnya Ayashira. Maaf sama sama curhat yaaa wkkwkwkwk. Tetap semangat di jalan dan cara mu sendiri yahhh…

    Suka

    1. Dibalik musibah pasti ada hikmahnya => kata-kata yang terkenal dari orangtua

      Iya juga ya. Secara tidak langsung kita diajari gitu. Kan ini baru permulaan, soalnya kita masih dalam masa-masa belajar. Belum pas terjun ke dunia kerja nanti.

      Ya ampun aku berpikir positif sekali nak.. wkwk ga jelek kok. Justru yang seperti itu dibutuhkan sekarang. Jangan liat dari sisi negatifnya dulu, tapi liat juga dari sudut pandang lainnya. Semoga banyak juga yang berpikiran terbuka seperti kamu ya!

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s